Konseling Remaja (Konsep Diri Positif ) Bimbingan Dan Konseling

Konseling Remaja (Konsep Diri Positif ) Bimbingan Dan Konseling

 

Konseling Remaja (Konsep Diri Positif ) Bimbingan Dan Konseling

Konseling Remaja

Memahami Pengertian Konsep Diri (Teori Konsep Diri Positif) Konsep diri menurut Depdikbud (1994: 520), terdiri dari dua kata, konsep dan diri. Konsep adalah gambaran mental dari objek, sedangkan diri menurut Depdikbud (1994: 236) adalah “orang”. Jadi definisi konseptual konsep diri adalah gambaran mental seseorang.

Definisi operasional konsep diri adalah pandangan dan perasaan tentang diri sendiri (persepsi diri). Diri menurut Hutagalung (2007:21) adalah “ semua ciri jenis kelamin, pengalaman, latar belakang budaya, pendidikan, dan sebagainya yang melekat pada diri seseorang. Makin dewasa dan makin tinggi kecerdasan seseorang maka makin mampu ia menggambarkan dirinya sendiri, makin baik konsep dirinya”.

Teori Konsep Diri Positif

Menurut Atwater (dalam Kemali Syarif 2013:125) disebutkan bahwa “ konsep diri adalah keseluruhan gambaran diri, yang meliputi persepsi seseorang tentang diri, perasaan, keyakinan, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan dirinya”. Sementara menurut Zuyina (2010: 13) konsep diri adalah : “perasaan seseorang tentang dirinya sebagai pribadi yang utuh dengan karakteristik yang unik, sehingga akan mudah dikenali sebagai sosok yang mempunyai ciri khas tersendiri”. Pudjiyogyanti (1995: 2) menjelaskan konsep diri mencakup “seluruh pandangan individu akan dimensi fisik, karakteristik pribadinya, motivasi, kelemahan, kepandaian dan kegagalannya”.

Selanjutnya William D.Brooks dalam Rahkmat (2005:105) bahwa “dalam menilai dirinya seseorang ada yang menilai positif dan ada yang menilai negatif. Maksudnya individu tersebut ada yang mempunyai konsep diri yang positif dan ada yang mempunyai konsep diri yang negatif”. Sementara Slameto (2010:184) menjelaskan bahwa “konsep diri merupakan suatu kepercayaan mengenai keadaan diri sendiri yang relatif sulit diubah”.

Menurut Burns dalam Hutagalung ( 2007 : 25 ) konsep diri positif tercermin pada 1) Orang yang ‘terbuka’, 2) Orang yang tidak mengalami hambatan untuk berbicara dengan orang lain, bahkan dalam situasi yang masih asing sekalipun, 3) Orang yang cepat tanggap terhadap situasi sekelilingnya.

Sementara menurut pendapat Alex Sobur (2003:505), ada 4 aspek indikator yang dapat dilihat dalam konsep diri :

  • Konsep diri fisik, Pandangan seorang individu tentang dirinya secara fisik, baik itu tubuh dan semua aktivitas biologis yang berlangsung di dalamnya.
  • Konsep diri sebagai proses, suatu aliran akal pikiran, emosi, dan prilaku kita yang konstan.
  • Konsep diri sosial, suatu pandangan atas akal pikiran dan prilaku kita ambil sebagai respon secara umum terhadap orang lain dan masyarakat.
  • Konsep diri yang berkaitan dengan cita diri,keinginan dan pengharapan terhadap cita-cita yang ingin diraih seseorang

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa konsep diri positif adalah gambaran diri seseorang yang meliputi persepsi seseorang tentang diri, perasaan, keyakinan, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan dirinya yang tercermin pada orang yang terbuka, sehingga tidak mengalami hambatan berbicara dengan orang lain, serta cepat tanggap terhadap situasi disekelilingnya.

Karakteristik Konsep Diri Positif

Menurut Winarti (2007:23) mengatakan bahwa indikator konsep diri positif adalah : (1) Yakin akan kemampuannya menyelesaikan masalah. (2) Orang tersebut biasanya terbuka. (3) Tidak mengalami hambatan untuk berbicara dengan orang lain, bahkan dalam situasi yang masih asing. (4) Cepat tanggap terhadap situasi yang sekelilingnya. (5) Merasa setara dengan orang lain. (6) Ia menyadari, bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan, perilaku yang sekurangnya disetujui oleh lingkungan sosial. (7) Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek – aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusah mengubahnya. (8) Ia menerima pinjaman tanpa rasa malu.

Konsep diri menurut Astuti : (2014 : 43) adalah “penilaian terhadap diri, dan peran diri serta dan pandangan terhadap diri”. Selanjutnya pengertian konsep diri positif dan konsep diri negatif menurut Brooks dan Emmart (1976) yang dimuat dalam laman (www.psychoshare.com 2015) dijelaskan konsep diri positif menunjukkan karakteristik sebagai berikut :

  1. Merasa mampu mengatasi masalah. Pemahaman diri terhadap kemampuan subyektif untuk mengatasi persoalan-persoalan obyektif yang dihadapi.
  2. Merasa setara dengan orang lain. Pemahaman bahwa manusia dilahirkan tidak dengan membawa pengetahuan dan kekayaan. Pengetahuan dan kekayaan didapatkan dari proses belajar dan bekerja sepanjang hidup. Pemahaman tersebut menyebabkan individu tidak merasa lebih atau kurang terhadap orang lain.
  3. Menerima pujian tanpa rasa malu. Pemahaman terhadap pujian, atau penghargaan layak diberikan terhadap individu berdasarkan dari hasil apa yang telah dikerjakan sebelumnya.
  4. Merasa mampu memperbaiki diri. Kemampuan untuk melakukan proses refleksi diri untuk memperbaiki perilaku yang dianggap kurang.
    Sedangkan orang yang memiliki konsep diri yang negatif menunjukkan karakteristik sebagai berikut :
    Peka terhadap kritik. Kurangnya kemampuan untuk menerima kritik dari orang lain sebagai proses refleksi diri.
    Bersikap responsif terhadap pujian. Bersikap yang berlebihan terhadap tindakan yang telah dilakukan, sehingga merasa segala tindakannya perlu mendapat penghargaan.
  5. Cenderung merasa tidak disukai orang lain. Perasaan subyektif bahwa setiap orang lain disekitarnya memandang dirinya dengan negatif.
    Mempunyai sikap hiperkritik. Suka melakukan kritik negatif secara berlebihan terhadap orang lain.
    Mengalami hambatan dalam interaksi dengan lingkungan sosialnya. Merasa kurang mampu dalam berinteraksi dengan orang-orang lain.

 

Artikel terkai :

This article was written by epgd4