RHYNCHOPHTHIRINA

RHYNCHOPHTHIRINA

RHYNCHOPHTHIRINA
RHYNCHOPHTHIRINA

Hanya memiliki satu Familia HYMATOMYZIDAE

dan mempunyai dua Spesies: (1) Haematomyzuz elephantis, menginfestasi gajah India dan Afrika, (2) Haematomyzus hopkinsi, menginfestasi “wart-hogs” (sejenis babi)

DEVISI EXOPTERYGOTA

  1. ORDO SIPHUNCULATA = ANOPLURA

(Kutu penghisap= “sucking lice”)

Anoplura (kutu penghisap) kira-kira memiliki 400 spesies, berukuran besar lebih dari 5 mm, bersifat host spesifik artinya hanya menyerang hewan tertentu saja dan umumnya pada daerah tertentu pula. Tubuhnya pipih atas-bawah (dorso-ventral) bersifat ektoparasit permanen pada mamalia. Pergerakannya lambat. Jenis kelamin sulit dibedakan. Tubuhnya dapat dibedakan menjadi : (1) Kepala, (2) Torak dan (3) Abdomen

Kepalaukurannya kecil dan meruncing sehingga lebih sempit atau minimal sama jika dibandingkan dengan toraknya. Memiliki alat mulut yang mengalami modifikasi (penyesuaian) untuk menghisap cairan jaringan atau darah hospes dan dapat ditarik jika tidak dipergunakan (Mandibula tidak mengalami pengerasan dan tidak berfigmen), permukaannya tajam terdiri dari tiga pisau yang disembunyikan dibawah kepala dan tidak memiliki palpus maksilaris . Memiliki sepasang antenayang selalu nampak dibagian pinggir kepala dan biasanya tersusun oleh 5 segmen. Matanya mereduksi atau tidak ada, tetapi ada pada jenis yang menginfestasi manusia (Pediculus humanus dan Phthirus pubis)

 

Torak, berukuran kecil tersusun oleh 3 segmen

dan telah mengalami penggabungan, tidak ditemukan adanya sayap. Kakinya kokoh, pasangan kaki-1 umumnya paling kecil dan diakhiri dengan cakar yang lembek dan pasangan kaki ke-3 berukuran paling besar. Setiap tarsus masing-masing mempunyai sebuah (1) cakar

 

Abdomen relatif besar, nampak tersusun oleh 7 – 9 segmen

dan pada tepi setiap segmen selalu ditemukan lempeng paratergal “paratergal plate” yang merupakan lapisan tebal dari kitin sehingga berwarna coklat gelap. Pada bagian dorsal abdomen juga ditemukan 6 pasang spirakel

Siklus hidup sama dengan Mallophaga : Metamorfosis tidak lengkap (sederhana), kutu betina bertelur (telur memiliki operculum), dilekatkan pada bulu atau rambut, berukuran kecil, selanjutnya terjadi perkembangan didalam telur dan nimfa akan keluar dari dalam telur. Nimfa mengalami 3 kali menyilih (ekdisis) (Nimfa I menjadi Nimfa II dan Nimfa III) dan selanjutnya berkembang menjadi dewasa. Lama siklus hidup berbeda-beda diantara jenis kutu penggigit, dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Cara penularan, umumnya secara kontak langsung antara ternak terinfestasi dengan ternak sehat, tetapi kadang-kadang juga bisa melalui alat kandang dan bahkan manusia yang bekerja pada peternakan

Klasifikasi, Ordo Siphunculata, memiliki 5 Famili, antara lain

(1) Haematopinidae, (2) Linognathidae, (3) Pediculidae, (4) Hoplopleuridae dan (5) Echinophthiriidae. Hanya 2 Famili Haematopinidae dan Linognathidae yang penting untuk kedekteran hewan, satu familia (Pediculidae) menginfestasi manusia dan 2 yang lainnya (Hoplopleuridae dan Echinophthiriidae) berparasit pada rodensia.

Sumber : http://watchbrandqui291.eklablog.net/contoh-teks-eksplanasi-disekolah-a165655832

This article was written by epgd4