Pengertian Bahasa, Fungsi, Ciri dan Contohnya

Pengertian Bahasa, Fungsi, Ciri dan Contohnya

Pengertian Bahasa, Fungsi, Ciri dan Contohnya
Pengertian Bahasa, Fungsi, Ciri dan Contohnya

Pengertian Bahasa

Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati.Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan.Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.

Fungsi Bahasa dalam Kehidupan Manusia

Fungsi bahasa yang mendasar adalah untuk menamai atau menjuluki orang, objek dan peristiwa. Setiap orang punya nama untuk identifikasi sosial. Orang juga dapat menamai apa saja, objek-objek yang berlainan, termasuk perasaan tertentu yang mereka alami. Penamaan adalah dimensi pertama bahasa dan basis bahasa dan pada awalnya itu dilakukan manusia sesuka mereka, yang lalu menjadi konvensi.Mengapa mataharidisebut matahari? Karena ia disebut matahari! Adalah keliru menganggap sesuatu itu mempunyai hanya satu nama yang benar. Benda yang kita terima dari tukang pos kita sebut surat. Ketika isinya kita ketahui menawarkan barang atau jasa kita sebut iklan.Karena kita tidak tertarik pada penawaran itu, benda itu kita buang ke keranjang sampah.Bagaimana kita menjuluki Emha Ainun Najib?Budayawan, cendekiawan, seniman, pelukis, kolumnis, kiai, penyanyi atau pelawak?  Salah satu menjawabnya : Bergantung pada apa yang sedang ia lakukan  saat itu. Bila ia sedang berceramah agama, ia kiai. Bila iamsedang menulis buku, artikel atau kolom ia penulis dan bila ia penulis dan bila ia sedang menyanyi dengan iringan kelompok musiknya ia penyanyi. Suatu objek mempunyai beberapa tingkat abstraksi.Ibu kita adalah ibu, ibu adalah wanita, wanita adalah manusia, manusia adalah makhluk hidup dan makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan.Semakin luas kelasnya, semakin abstrak konsep tersebut.Sepanjang hidup kita sebenarnya belajar mengabstraksikan segala sesuatu.

Ciri-ciri Bahasa Gaul

Berikut ini beberapa ciri dari bahasa  gaul

1)      Kosakata khas: berkata → bilang, berbicara → ngomong, cantik →kece, dia → doi, doski, kaya →tajir, reseh →berabe, ayah → bokap, ibu → nyokap, cinta →cintrong, aku →gua, gue, gwa, kamu → lu, lo, elu, dll.

2)      Penghilangan huruf (fonem) awal: sudah → udah, saja → aja, sama → ama, memang → emang, dll.

3)      Penghilangan huruf “h”: habis → abis, hitung → itung, hujan → ujan, hilang → ilang, hati → ati, hangat → anget, tahu → tau, lihat → liat, pahit → pait, tahun → taon, bohong → boong, dll.

4)      Penggantian huruf “a” dengan “e”: benar → bener, cepat → cepet, teman→ temen, cakap → cakep, sebal → sebel, senang → seneng, putar → puter, seram →serem.

5)      Penggantian diftong “au”, “ai” dengan “o” dan “e”: kalau → kalo, sampai → sampe, satai → sate, gulai → gule, capai → cape, kerbau → kebo, pakai → pake, mau (bukan diftong) → mo, dll.

6)      Pemendekan kata atau kontraksi dari kata/frasa yang panjang: terima kasih → makasi/trims, bagaimana → gimana, begini → gini, begitu → gitu, ini → nih, itu → tuh.

Contoh Bahasa Gaul

Kebanyakan partikel mampu memberikan informasi tambahan kepada orang lain yang tidak dapat dilakukan oleh bahasa Indonesia baku seperti tingkat keakraban antara pembicara dan pendengar, suasana hati/ekspresi pembicara, dan suasana pada kalimat

tersebut diucapkan.

  • Deh/ dah(Bagaimana kalau …)

Coba dulu deh.(tidak menggunakan intonasi pertanyaan) – Bagaimana kalau dicoba dulu?

  • Dong(Tentu saja …)

Sudah pasti dong. – Sudah pasti / Tentu saja.

Mau yang itu dong – Tentu saja saya mau yang itu.

  • Eh(Pengganti subjek, sebutan untuk orang kedua…)

Eh, namamu siapa? – Bung, namamu siapa?

Eh, ke sini sebentar. – Pak/Bu, ke sini sebentar.

Ke sini sebentar, eh. – Ke sini sebentar, Bung.

  • Kan(Kependekan dari ‘bukan’, dipakai untuk meminta

pendapat/penyetujuan orang lain (pertanyaan)…)

Bagus kan? – Bagus bukan?

Kan kamu yang bilang? -Bukankah kamu yang bilang demikian?

Dia kan sebenarnya baik. -Dia sebenarnya orang baik,bukan?

  • Kok(Kata tanya pengganti ‘Kenapa (kamu)’…)

Kok kamu terlambat? – Kenapa kamu terlambat?

  • Lho/Loh(Kata seru yang menyatakan keterkejutan. Bisa digabung dengan kata tanya. Tergantung intonasi yang digunakan, partikel ini dapat mencerminkan bermacam-macam ekspresi…)

Lho, kok kamu terlambat? -Kenapa kamu terlambat? (dengan ekspresi heran)

Loh, apa-apaan ini! – Apa yang terjadi di sini? (pertanyaan retorik dengan ekspresi terkejut/marah)

  • Nih(Kependekan dari ‘ini’…)

Nih balon yang kamu minta. -Ini (sambil menyerahkan barang). Balon yang kamu minta.

Nih, saya sudah selesaikan tugasmu. – Ini tugasmu sudah saya selesaikan.

  • Sih(Karena …)

Dia serakah sih. – Karena dia serakah. (dengan ekspresi mencemooh)

Kamu sih datangnya terlambat .- Karena kamu datangterlambat. (dengan ekspresi menyesal)

  • Tuh/ tu(Kependekan dari ‘itu’, menunjuk kepada suatu objek…)

Lihat tuh hasil dari perbuatanmu. – Lihat itu, itulah hasil dari perbuatanmu.

Tuh orang yang tadi menolongku. – Itu lihatlah, itu orang yang menolongku.

  • Yah(Selalu menyatakan kekecewaan dan selalu digunakan di awal kalimat atau berdiri sendiri….)

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

This article was written by epgd4