70% Perguruan Tinggi Indonesia Harus di Merger untuk Meningkatkan Kualitas

70% Perguruan Tinggi Indonesia Harus di Merger – Sekitar 70% dari total perguruan tinggi (PT) di Indonesia berskala kecil sampai-sampai perlu dilaksanakan merger atau penggabungan untuk menambah kualitas dan kinerja perguruan tinggi yang baik.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknolog dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo menuturkan, jumlah perguruan tinggi di Indonesia ketika ini terlalu tidak sedikit yakni 4.529 perguruan tinggi pada Januari 2017 dan kini angkanya telah bertambah.

“Sekitar 70% perguruan tingginya tersebut kecil-kecil yang bentuknya akademi yang hanya satu program studi, dua program studi, sampai-sampai meskipun jumlahnya itu tidak sedikit daya tampungnya tersebut cuma tidak banyak sehingga masih tidak sedikit yayasan yang hendak mendirikan perguruan tinggi swasta,” kata Patdono, di Jakarta.

Patdono menuliskan dari 4.529 perguruan tinggi di Indonesia itu, 14% dari total tersebut adalahperguruan tinggi yang tidak cukup sehat. “Maka tidak cukup sehat itulah, kita mohon untuk merger, di samping merger, dapat diakuisisi,” ujarnya.

Untuk itu, Kemristekdikti mendorong penyatuan (merger) antar perguruan tinggi sampai-sampai menjadi perguruan tinggi yang lebih sehat, berbobot | berbobot | berkualitas dan mempunyai kekuatan keuangan berkelanjutan.

“Saya telah tidak menerbitkan izin menegakkan universitas.kemudian kita menciptakan program merger dan akuisisi. Jadi, perguruan tinggi yang kecil-kecil tersebut silakan bergabung guna menjadi perguruan tinggi yang lebih sehat dan lebih bermutu,” tuturnya.

Dia menuliskan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengharapkan pada 2019, jumlah perguruan tinggi di bawah Kemristekdikti berkurang sejumlah 1.000.

“Kita telah merasa jumlah perguruan tinggi terlalu tidak sedikit tetapi kecil-kecil tersebut tidak bagus. Kita melihat kepandaian yang terdapat di Korea, China tersebut kan meminimalisir jumlah perguruan tingginya, anda kan sekarang pun mengurangi,” ujarnya.

Saat ini, dia menuliskan pihaknya sedang memproses 200 gagasan untuk mengerjakan merger perguruan tinggi, antara beda ada tiga perguruan tinggi hendak menyatu, empat perguruan tinggi hendak menyatu dan dua perguruan tinggi hendak bergabung menjadi satu. Terkait gagasan itu, pihaknya akan mengecek apakah merger tersebut mampu menciptakan perguruan tinggi yang menyatu menjadi lebih sehat dan berbobot secara kualitas dan hal finansial.

Salah satu persyaratan pendirian perguruan tinggi ialah kemampuan finansial. Pada lima tahun kesatu, sebuah perguruan tinggi yang baru berdiri masih mengembangkan dan mempromosikan diri untuk unik lebih tidak sedikit mahasiswa berkuliah di sana.

Jika tidak mempunyai cadangan keuangan yang cukup, maka dalam lima tahun kesatu itu, perguruan tinggi tersebut dapat saja merasakan hambatan guna melanjutkan pekerjaan operasional. “Karena pada tahun kesatu jumlah pendaftarnya tidak tidak sedikit karena kan belum tidak sedikit masyarakat yang tahu, tahun kedua ketiga tambah, seringkali itu hingga lima tahun nanti jumlah mahasiswanya lumayan untuk mengongkosi operasional,” tuturnya diĀ https://www.sekolahan.co.id/

Di samping itu, Patdono menuliskan angka partisipasi kasar edukasi tinggi di Indonesia masih rendah yaitu 31,5%. Sementara, Malaysia sebesar 38%, Thailand sebesar 52%, Singapura sebesar 78% dan Korea sebesar 92%.

“Jadi memang persentase warga usia kuliah di Indonesia tersebut masih rendah,” ujarnya.

This article was written by epgd4