Cara Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk

Sampah adalahpermasalahan yang terus menjadi mimpi buruk di masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan. Banyak yang belum menyadari andai sampah yang didapatkan sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali. Sampah yang tergolong non organik dapat dilaksanakan daur ulang atau minimal dijual, sementara sampah organik dapat diubah menjadi pupuk dengan tidak banyak pengolahan.

Sampah organik lokasi tinggal tangga biasa berupa saldo makanan, buah, sayuran, dan daun yang gugur. Indonesia memproduksi 200 ribu ton sampah masing-masing harinya dan 85% di antaranya adalahsampah organik. Sampah organik ini masih tidak sedikit yang dilemparkan begitu saja tanpa dimanfaatkan. Padahal sampah organik mempunyai potensi tinggi untuk dapat digunakan menjadi pupuk.

POC (Pupuk Organik Cair)
Pupuk organik cair adalahsalah satu jenis pupuk hasil pengolahan sampah organik. Pupuk organik cair didapatkan dengan menampung sampah organik di sebuah wadah. Wadah dapat menggunakan drum bekas yang dibagian bawahnya diberi lubang guna dimasukkan keran yang nantinya sebagai tempat terbit cairan pupuk. Drum diberi tutup namun tetap diberi sejumlah lubang sebagai jalan masuk lalat hitam yang bermanfaat untuk menolong pembusukan. Jika sampah organik telah terkumpul dan mulai membusuk di dalam drum, lalat hitam bakal datang dengan sendirinya.

Sampah organik yang gampang dan cepat terbentuk menjadi pupuk organik cair ialah buah atau sayur, khususnya yang telah dalam situasi membusuk. Namun, tidak menutup bisa jadi sampah lokasi tinggal tangga beda dan dedaunan juga dapat digunakan, kerjakan pemotongan atau penghalusan guna mempercepat proses pembusukan. Jika sampah organik telah terkumpul dalam drum, dalam masa-masa 1-2 bulan keran dapat dibuka dan menerbitkan pupuk organik cair. Tambah terus sampah organiknya andai yang di dalam drum telah mulai menyusut. Pupuk organik cair yang telah matang tidak berbau menyengat, namun berbau laksana tanah dan berwarna coklat.

Beberapa hal urgen yang perlu diacuhkan dalam penciptaan pupuk organik cair merupakan:

Pastikan drum tidak terkena cahaya matahari secara langsung dan tidak terpapar air hujan.
Berikan dekomposer laksana EM4 supaya pembusukan lebih cepat terjadi.
Apabila pupuk organik cair mempunyai bau menyengat berarti pembentukan pupuk tidak berhasil dan tidak boleh digunakan.

Dari hasil penelitian, pupuk organik cair dapat berisi unsur laksana Magnesium (Mg), Kalium (K), Sulfur (S), Calsium(Ca), Argon (Ar), Ferum (Fe), Argentum (Ag), dan Rhodium (Rh). Pengaplikasian dapat dengan mencampurkan pupuk organik cair dengan air dengan komparasi 1:10 dan disiramkan ke tanah atau tanaman. Kegiatan berkebun tentu akan lebih mengasyikkan jika dapat membuat pupuk sendiri. Baca : https://www.faunadanflora.com/

This article was written by epgd4